Senin, 21 Februari 2011

Imam Masjidil Haram Peringatkan Umat Islam Bangkit Dari Serangan Musuhnya

Harian Saudi Press Agency melaporkan, Imam dan Khatib Masjidil Haram, Makkah , Syaikh Abdul Rahman Al-Sudais memperingatkan kepada umat Islam untuk melawan apa saja yang membahayakan keamanan, stabilitas dan kepentingan negara mereka.


"Patriotisme sejati tidak akan meneriakkan slogan-slogan, tetapi berbuat ketulusan, pendekatan positif, transparansi dan kredibilitas. Seorang patriot sejati seharusnya tidak menjual negaranya supaya bisa diatur oleh para pengacau,"kata Sheikh Al-Sudais dalam khotbah jumatnya di masjidil Haram.

Syekh juga menekankan perlunya perasaan nasionalis yang sehat untuk melindungi martabat, keamanan, keadilan, disiplin dan kedamaian di suatu negara. Al-Sudais mendesak umat Islam untuk melakukan upaya bersama untuk membela bangsanya dan memecahkan masalah-masalah mereka dengan bijaksana.

Imam Al-Sudais memperingatkan kepada umat Islam untuk melawan rencana-rencana yang disiapkan oleh musuh-musuh Islam untuk mengacaukan negara mereka dan meminta orang beriman untuk takut kepada Allah selama masih hidup di dunia yang selalu bergolak dengan hasutan, krisis dan perubahan radikal.

Dia menuntut hamba-hamba Allah supaya bersedia mematuhi hukum agama dan menghindari perpecahan dan perselisihan. Dia menekankan perlunya usaha untuk memperkuat hubungan persaudaraan sehingga kehidupan sesama saudara muslim tidak hancur oleh pengaruh setan.

Dia mengakhiri khotbah dengan doa meminta Allah untuk melindungi dua masjid suci dan negara-negara Muslim dari segala bentuk hasutan dan gangguan.

Sedangkan, di Masjid Nabawi di Madinah, Sheikh Husain Al-Asheikh mengatakan kegagalan penguasa dan pemerintahan dalam menegakan keadilan adalah bencana besar yang mengarah kepada degenerasi sistem politik, ekonomi dan sosial.

Al-Asheikh berwasiat supaya keadilan ditegakan oleh para semua penguasa di semua tingkat pemerintahan. Ketidakadilan adalah salah satu kejahatan paling menjijikkan dalam sistem pemerintahan Islam.

"Seorang penguasa harus mendengarkan keinginan rakyatnya dan menanyakan tentang kondisi mereka, dan jangan pernah menciptakan sebuah penghalang antara dia dengan rakyatnya, sehingga ia tidak pernah mempedulikan keadaan rakyatnya,"Katanya lagi.(Tito)

Tidak ada komentar: